Di sebuah sekolah SMA Mawar ada seorang siswi yang benama Dinata, ia dikenal sebagai siswi yang pendiam, suka melamun dan tidak suka keramaian, ia sangat suka membaca buku terutama novel.
Jam istirahat pun tiba dinata tidak pergi jajan, ia selalu datang ke perpustakaan untuk membaca buku, aktivitas itu ia lakukan setiap hari, ia selalu melakukannya sendiri, bukan karna ia tidak mempunyai teman tetapi ia lebih suka sendiri.
Saat dia sedang mencari buku yang akan ia baca, pandangan ia tertuju pada buku tua yang terlihat sudah sangat usang, karna ia penasaran ia membuka buku itu, saat ia membuka halaman Pertama terdapat tulisan yang Membuat dinata terkejut.
Buku ajaib: “tuliskan sesuatu, mana dunia akan mendengar”
karna ia tidak percaya dengan buku itu, kemudian ia tertawa. menurutnya buku itu hanyalah buku biasa lalu la bergumam di dalam hatinya dengan maksud bercanda.
“aku ingin agar orang baik kepadaku, dan mereka tidak menyebalkan!”
ucapan itu hanya canda sesaat ia tidan mengharapkan apapun dari buku itu, setelah ia mendapatkan buku yang ingin dia baca ia langsung mengambilnya, dan di karnakan Istirahat sudah selesai ia tidak Punya waktu untuk membaca buku tersebut, ia memilih meminjam buku dan kembali ke kelas.
Pulang sekolah pun tiba, ia membaca buku yang dia pinjam di Perpustakaan, di karnakan la sangat Fokus kepada buku ia tidak sengaja menabrak seseorang ia Panik karna takut orang yang ditabraknya akan marah, karna ia melihat Penampilan orang tersebut seperti seorang Penjahat.
tetapi dinata salah besar orang yang ia tabrak tampak tersenyum kepadanya, dan tidak marah sedikit pun.
setelah itu ia lanjut menunggu angkot yang lewat, seperti biasanya ia sangat malas menaiki angkot di karnakan supir di angkot tersebut sering sekali menggoda dinata, dinata sudah memikirkan betapa menyebalkannya nanti Jika angkot tersebut sampai Beberapa menit dinata menunggu angkot pun liba, ia menaiki angkot itu dengan wajah yang malas, tetapi hal yang ia sangka tidak terjadi supir tersebut sama sekali tidak menggodanya di hari itu, ia bisa tanang membaca buku lagi tanpa harus menjawab pertanyaan yang di lontarkan Supir itu.
Sesampainya dirumah ia mencerna hal yang sudah ia lalui, ia berfikiran bahwa ada keterkaitan dengan buku itu, tetapi ia juga antara harus percaya dan tidak percaya, ia bertanya tanya dengan pikirannya sendiri.
“Apakah emang benar buku ajaib itu ya?”
keesokan harinya ia datang ke sekolah dengan hati yang sangat senang, rasanya saat datang ia ingin melihat kembali buku ajaib tersebut. Jam istirahat pun tiba ia kembali datang ke perpustakaan untuk melihat buku ajaib tersebut, ia mencari buku itu di rak yang sama tetapi ia mencari cari buku itu, buku tersebut tidak ia jumpai, ia menelusuri rak yang ada di perpustakaan tetapi hasil yang ia dapat tetap sama, buku itu tidak ada.
ia memilih duduk karna memang sudah lelah ia memilih duduk dan matanya tertuju pada buku novel yang berjudul “tanya pada dirimu sendiri” ia sangat penasaran lalu memutuskan untuk membacanya, satu halaman ia baca lalu dua halaman ia baca tetapi saat itu matanya terdiam melihat suatu kalimat yang membuat dirinya berfikir
“Jangan Pernah merasa orang lain buruk terhadapmu, tetapi lihatlah bagaimana kamu menyikapinya”
ia berfikir bahwa apakah orang-orang yang membuatnya tidak senang itu bersumber dari dirinya, lalu ia menyadari sesuatu ia sadar bahwa ia tidak pernah mendengarkan orang lain dan bersikap cuek, karna memang ia tidak suka keramaian maka Jika ia melihat beberapa orang ia akan memasang wajah malas, ia berfikir mungkin karna ia seperti itu maka orang-orang pun bersikap menyebalkan kepadanya.
mulai hari itu dunia dinata berubah ia tidak lagi menjadi orang yang pendiam tetapi ia mulai ramah dan memedulikan orang lain menurutnya jika kita tidak mau di perlakukan buruk maka sebisa mungkin kita berusaha untuk selalu bersikap baik kepada orang lain.