1000210291
DEBU YANG BELAJAR BERSUJUD

 

DEBU YANG BELAJAR SUJUD
M. Surahman

Dalam sunyi malam yang merangkak gontai
aku bersimpuh, menggenggam sesal
dalam jemari angin yang semakin dingin
Langkah yang pernah jauh dari cahaya
kini kubawa kembali dalam luka yang terbuka
menukar dalam perih dengan doa

Langit bersujud dalam gelap tanpa keluh
angin bersenandung dalam dzikir yang utuh
Gunung berdiri tegak tapi hatinya tunduk
laut berombak lembut menyebut nama-Mu
Semesta ini, seluruhnya, sedang beribadah

Dan aku manusia rapuh
penuh cela dan hasrat fana
Datang dengan jiwa yang letih dan berserak
menyeret dosa-dosa yang menua bersama waktu
dengan harap Engkau
menurunkan ampunan seperti cahaya
yang jatuh lembut ke relung jiwa

Tuhanku, betapa sering aku berpaling
mengejar gemerlap dunia yang cepat dan menggoda
Namun Engkau tak pernah pergi
bahkan ketika aku menutup mata
Kasih-Mu menunggu di setiap napas
yang nyaris kutinggalkan dalam gelap

Kini aku datang, Ya Rabb
serpihan hati yang tak layak dipungut
tapi masih berani mengetuk langit
Ambillah segala congkakku yang menghalangi sujud
luluhkan aku dalam hangat-Mu yang syahdu
Jadikan aku sebutir pasir di jalan Ridha-Mu
yang diam, namun selalu dekat
menunggu langkah-Mu melewati hatiku

Parongpong, 23 Sept 2026

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait