DEBU YANG BELAJAR SUJUD
M. Surahman
Dalam sunyi malam yang merangkak gontai
aku bersimpuh, menggenggam sesal
dalam jemari angin yang semakin dingin
Langkah yang pernah jauh dari cahaya
kini kubawa kembali dalam luka yang terbuka
menukar dalam perih dengan doa
Langit bersujud dalam gelap tanpa keluh
angin bersenandung dalam dzikir yang utuh
Gunung berdiri tegak tapi hatinya tunduk
laut berombak lembut menyebut nama-Mu
Semesta ini, seluruhnya, sedang beribadah
Dan aku manusia rapuh
penuh cela dan hasrat fana
Datang dengan jiwa yang letih dan berserak
menyeret dosa-dosa yang menua bersama waktu
dengan harap Engkau
menurunkan ampunan seperti cahaya
yang jatuh lembut ke relung jiwa
Tuhanku, betapa sering aku berpaling
mengejar gemerlap dunia yang cepat dan menggoda
Namun Engkau tak pernah pergi
bahkan ketika aku menutup mata
Kasih-Mu menunggu di setiap napas
yang nyaris kutinggalkan dalam gelap
Kini aku datang, Ya Rabb
serpihan hati yang tak layak dipungut
tapi masih berani mengetuk langit
Ambillah segala congkakku yang menghalangi sujud
luluhkan aku dalam hangat-Mu yang syahdu
Jadikan aku sebutir pasir di jalan Ridha-Mu
yang diam, namun selalu dekat
menunggu langkah-Mu melewati hatiku
Parongpong, 23 Sept 2026
