Sedih rasanya, setiap kali membuka layar ponsel, hanya berita duka yang menyapa.
Air mata dan keluh-kesah memenuhi ruang di beranda ponsel.
Selalu terbesit tanya dibayang-bayanganku, “bisakah kita bertumbuh di tanah ini?”
Kala malam menghadirkan cemas yang datang dan tak pernah berhenti.
Ironis sekali, saat pendidikan tersisihkan dari prioritas utama.
Akan dibawa kemana masa depan bangsa ini?.
Zaman terus menuntut kita tuk bertaruh dengan rasa cemas.
Akan tetapi, harapan tidak boleh sepenuhnya mati.
Hati boleh lelah menampung rasa kecewa, dan gelisah.
Walau berat, keberanian tak boleh patah.
Agar kelak, perubahan benar-benar nyata dan tidak lagi sekedar mimpi belaka.
