1000291827
FOKUS

Nama : Beatrice Casey Yudhistira Sihombing 

 

Kelas : XI-L

 

Judul cerita : FOKUS

 

 FIKSI MINI :

 

Jam mata pelajaran literasi dimulai. Mawar duduk di kursinya, memegang pensil di tangan kanan dan ponsel di tangan kirinya.

Wajahnya terlihat serius, fokus, seperti sedang memikirkan sesuatu yang rumit untuk mengerjakan tugas yang diberikan.

Tatapan mawar sesekali berpindah dari ponselnya, bukunya, ke langit-langit ruang kelas sambil memainkan pulpennya.

 

Aku meliriknya sesekali dari tempat dudukku.

Tumben tumbenan sekali dia benar-benar mengerjakan tugas, pikirku. Mungkin dia sedang mengumpulkan ide untuk mengerjakan tugas literasi ini.

 

Lima belas menit sudah berlalu. Mawar masih terlihat fokus, duduknya tegap, dan dia masih memegang pulpen di tangan kanannya. Dia mengangguk pelan sesekali lalu menatap bukunya lagi. 

Pasti dia sedang memikirkan ide yang luar biasa, bukan?

 

“Mawar, kamu sudah dapat ide?” Aku bertanya.

“Sebentar lagi.” Mawar menyaut.

 

Aku mengangguk dan kembali mengerjakan tugasku. Tapi rasa penasaranku semakin naik setelah aku melirik ke arahnya lagi. Dia sama sekali belum menulis sejak tadi.

Aku melirik bukunya, dan ternyata..

 

Kosong.

Bahkan judul saja belum ada!

 

Aku memutuskan untuk melirik ponselnya yang sedang dia genggam di tangan kirinya itu. Jarinya bergerak dengan cepat, sebentar dia terlihat sedang scrolling sesuatu, kemudian berhenti sesekali dan terlihat sedang mengetik dan lanjut scrolling lagi.

 

Ternyata.. aku baru menyadari bahwa, sejak tadi dia fokus membuka media sosial..

 

“Mawar, kamu dari tadi ngapain?” Bisikku pelan.

“Ya ini, lagi nyari inspirasi.” Jawabnya dengan santai.

“Orang mana yang nyari inspirasi di medsos, mawar?!” 

“Ya sebenernya… Aku males ngerjain sih..”

“Lah???!”

“Lagian aku ga ngerti tugasnya ngapain..”

 

Tebakanku meleset jauh! Ternyata Mawar sedarintadi hanya buka media sosial dan bukannya mencari ide.

Mawar tidak mengerti tugas apa yang di berikan, maka dari itulah dia memilih scrolling media sosial. Itu apa yang dia katakan padaku.

 

Guru mengingatkan bahwa jam literasi sudah habis.

Dan lagi yang belum selesai mengerjakan, boleh dilanjut Minggu depan.

Aku menghela nafas, lega. Karna aku sendiri belum selesai mengerjakan tugasku, akibat terlalu fokus terhadap Mawar.

Dan setidaknya, Mawar masih punya kesempatan mengerjakan tugas literasi Minggu depan, kan?

 

Lima pertanyaan hasil pengamatan :

 

* Yang diamati : “Teman yang kelihatan fokus”

 

* Sebenarnya dia lagi ngelakuin apa sampe kelihatan fokus sekali?

* Dia dengerin tugas yang tadi disampaikan gak ya?

* Hal apa yang bikin dia milih ngelakuin hal lain daripada langsung ngerjain tugas?

* Kalau jam mapel tinggal dikit, apakah dia bakal mulai ngerjain?

 

 

“Semua orang mengira dia benar-benar mengerjakan tugas”

” Ternyata dia tidak mengerti tugas yang diberikan dan akhirnya hanya buka medsos.”

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait