Pagi itu, suasana kelas XI cukup ramai. semua siswa sibuk mempersiapkan diri untuk pelajaran matematika di sudut kelas, seorang siswa bernama Dika terlihat murung. Iya kesulitan memahami materi yang dijelaskan oleh guru sedangkan teman-temannya sudah mulai mengerjakan latihan soal.
Melihat Dika kebingungan, Rani menghampirinya, Ia bertanya Bagaimana yang belum dipahami Dika. awalnya Dika merasa malu karena takut dianggap bodoh namun Rani meyakinkan bahwa setiap orang memiliki kesulitan yang berbeda dan tidak ada salahnya meminta bantuan.
Saat jam istirahat Rani meluangkan waktunya untuk menjelaskan materi tersebut kepada Dika, ia mengajarinya secara perlahan sampai Dika mulai mengerti. Setelah selesai, Rani kembali berkumpul dengan teman-temannya tanpa menganggap bantuan sebagai sesuatu yang istimewa.
Beberapa hari kemudian Guru mengadakan kuis matematika. Dika yang biasanya ragu-ragu kini mencoba mengerjakan soal dengan percaya diri. ketika hasilnya dibagikan ia terkejut karena mendapatkan nilai yang jauh lebih baik daripada sebelumnya.
Dika kemudian menghampiri Rani dan mengucapkan terima kasih titik ya bercerita bahwa selama ini dirinya sering merasa tidak mampu mengikuti pelajaran. Namun bantuan Rani, membuatnya sadar bahwa ia masih bisa belajar dan berkembang jika mau berusaha.
Rani tersenyum mendengarnya. Ia baru menyadari bahwa sesuatu yang menurutnya sederhana ternyata sangat berarti bagi orang lain.
Sejak saat itu Dika menjadi lebih berani bertanya ketika mengalami kesulitan. Sementara itu, Rani belajar bahwa membantu seseorang tidak harus dengan melakukan hal besar.
