1000128780
Hp yang hilang di taman kota

Hp yang hilang di taman kota

Suasana sore yang menyenangkan di sebuah taman kota yang rindang mendadak berubah menjadi kepanikan. Perempuan tersebut meraba seluruh saku pakaian dan mengaduk-aduk bagian dalam tas selempangnya dengan tangan gemetar. HP miliknya yang baru saja dipakai untuk memotret pemandangan tiba-tiba melenyap dari tempat ia biasa meletakkannya.

​”Kenapa?” tanya temannya yang berdiri di sampingnya, menyadari raut wajah panik perempuan tersebut.

​”HP-ku hilang! Tadi padahal aku taruh di tas,” ujar perempuan itu terengah-engah dengan suara bergetar.

​Temannya langsung mengeluarkan ponsel pribadi dan mencoba menelpon nomor tersebut, tetapi sambungan langsung terputus masuk ke kotak suara. “Nomornya masuk ke kotak suara. Jangan-jangan jatuh di rumput waktu kita jalan-jalan di area air mancur tadi!” tebak temannya dengan nada cemas.

​Satu jalur setapak itu pun langsung mereka telusuri kembali dengan langkah cepat. Temannya ikut membungkuk memeriksa sela-sela rumput hijau dan bangku kayu taman. Kepanikan makin menjadi karena di dalam HP itu terdapat banyak foto tugas sekolah penting yang belum disalin ke laptop rumah.

​Setelah sepuluh menit berputar-putar memeriksa setiap sudut tanpa hasil yang memuaskan, perempuan tersebut terduduk lemas di bangku taman sambil membuka kembali ritsleting tas selempangnya. Ia mulai mengeluarkan satu per satu buku catatan dan dompetnya dengan kasar karena rasa kesal yang memuncak.

​Saat tangannya merogoh ke bagian dasar paling dalam di balik sekat kain tas selempangnya, jemarinya menyentuh permukaan benda yang keras, datar, serta hangat.

​Temannya mengerutkan dahi, lalu menunjuk ke dalam tas. “Coba cek lagi sekat paling bawah itu.”

​Perempuan tersebut menarik benda itu keluar. Di sana, HP miliknya terbaring tenang di balik lipatan buku catatan, dalam kondisi mode hening (silent). Ia pun menepuk jidatnya sendiri. Temannya hanya bisa melongo sebelum akhirnya tertawa terbahak-bahak melihat kepanikan konyol tersebut

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait