1000250197
Hujan di jam pulang

Hujan turun tepal saat bel berbunyi, siswa-siswa langsung berhamburan Keluar kelas, ada yang membuka payung, ada yang menelpon orang tua dan ada juga yang nekat berlari sambil menutupi kepala dengan tas-nya. Aku, Ranı, dan Dela justru masih diam didalam kelas. “Cepetan dia bisa pulang kapan aja Bisik Rani. Terus taruh dimana?” tanyaku panik

 

“Dibawah meja aja”. Kami buru-buru menyelipkan sebuah kotak kecil di bawah meja siswa.

 

Masalahnya, belum sempat kamı keluar, terdengar suara kaki dari lorong. “Itu siska!” Dela langsung  pucat. pintu kelas terbuka. “Kalian belum Pulang?”. Tanya siska Kami bertiga diam “kenapa pada aneh?” “gapapa” kata rani. Siska menatap kami curiga – lalu mengambil tasnyayang masih tertinggal dikursi. ” yaudah aku pulang dulu”. aku Rani dan Dela langsung berteriak kencang “Selamat atas kejuaraannya siska” Siska langsung terkejut dan Ranı mengambil kotak yang isinya penuh dengan moment mereka ber4 “kalian..” ucap siska. Kami membuat kotak Kenangan spesial untuknya. di luar, hujan semakin deras. Siska memeluk kami bertiga,untuk pertama kalinya, aku berharap hujan sore itu tidak cepat berhenti

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait