1000829387-1
Kejujuran Ridwan

Kejujuran Ridwan

 

Siang itu, Ridwan sedang berjalan kaki sepulang dari sekolah. Jalan raya sangat ramai dengan kendaraan dan matahari bersinar sangat terik. Ridwan sampai berkeringat saat berjalan kaki. Ketika sedang jalan kaki, Ridwan melihat ada dompet berwarna cokelat di pinggir jalan.

 

Ridwan mengambil dompet itu, lalu membukanya. Ridwan kaget saat melihat dompet itu sambil berkata di dalam hati, “Wow… isinya banyak sekali uang dolar.” Ridwan sangat ingin sekali mengambil uang itu untuk membeli barang yang ia inginkan selama ini.

 

Tetapi, ketika ia akan mengambil uang itu, ia teringat dengan perkataan ibunya untuk selalu jujur dan menjadi orang yang baik. Akhirnya, Ridwan memutuskan untuk melihat kartu yang ada di dompet. Di situ terdapat KTP bernamakan Pak Tedi yang alamatnya tidak jauh dari jalan raya.

 

Ridwan langsung menuju alamat itu. Tidak lama, ia sampai di rumah Pak Tedi. Ridwan mengetuk pintu, “Tok… tok… assalamualaikum.” Pak Tedi langsung membuka pintu sambil menjawab, “Waalaikumsalam, ada apa, ya?”

 

Ridwan berkata, “Pak, saya menemukan dompet Bapak di pinggir jalan.”

 

Pak Tedi menjawab, “Alhamdulillah, dompet saya yang dicari-cari akhirnya ada. Terima kasih, Ridwan. Ini buat kamu uang 10 dolar.”

 

Awalnya, Ridwan menolak karena Pak Tedi ingin membalas budi. Akhirnya, Ridwan menerima uang itu.

 

Sejak saat itu, Ridwan semakin yakin bahwa kejujuran adalah hal yang penting, meskipun terkadang tidak mudah untuk dilakukan.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait