1000286993
kertas di bawah meja

Judul kurtas di bawah maja

 

Bel Pulang baru saja berbunyi Hampir Semua Siswa meninggalkan kelas dengan tergesa-gesa. Raka yang masih pikan buku melihat murapikan Selumbar kertas putih tersclip di bawah mejo paling belakang.

 

la mengambilnya. Tidak ada nama tidak ada alamat hanya tulisan kecil di bagian depan. “jangan dibuang

 

Rako membuka kertas Itu perlahan Di dalamnya tertulis “Terima kasih sudah menjadi teman yang Jangan pernah meroso sendition” baik

 

Raka terdiam la berada di kelas bulannya kepada Dimas yang masih

 

“Dim kamu tahu punyo siapo ini?”

 

Cuma Surat Dimas menggeling Tidak tahu. Mungkin biasa:

 

Raka mencoba mencari pemiliknya tetapi tidak ada Seorang pun yang mingaku akhirnya mereka meninggalkan Kertas itu di atas maja.

 

C

 

Kusokan harinya Raka kembali menemukan kertas yang Sama tdapi kali ini ada tambahan tulisan “Pesantu Sudah Sampai

 

Raka dan dimas saling berpandangan marcta mulai meraso Penasaran Sepanjang jam istrahat,dan mereka pun membukan nya dan mereka terkejut karna itu adalah pesan dari seseorang yang ingin meminta untuk berteman dengan nya.

pada keesokan harinya,mereka pun mencari siapa orang itu.dan mereka pun menemukan orang itu adalah teman samping kelas nya dan ingin berteman dengan mereka lalu mereka pun berjabat tangan dan berkenalan

lalu mereka menjadi teman sejati bersama.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait