Kertas di Bawah Meja
Oleh Zakiya Jelita Fauziah (XI-F)
Pagi itu, sebelum pelajaran dimulai, Azkha melihat selembar kertas tergeletak di bawah meja. Kertas itu tampak kotor dan sedikit kusut. Awalnya, Azkha mengira kertas tersebut hanya sampah yang tertinggal. Azkha membungkuk dan mengambilnya. Saat melihat bagian atas kertas, ia merasa pernah melihat kertas tersebut sebelumnya.
“Eh, ini kayaknya punya kamu, deh.” kata Azkha kepada Rani, teman sebangkunya.
Rani melihat kertas tersebut dan tampak terkejut.
“Loh, kok bisa ada di bawah meja?” tanyanya. Azkha menyerahkan kertas tersebut. Rani membolak baliknya dan memperhatikan tulisan yang ada di dalamnya. Setelah beberapa saat, ia baru menyadari bahwa kertas itu memang miliknya.
“Kirain udah hilang.” ujar Rani sambil tersenyum kecil.
Azkha masih Penasaran. la bertanya “Emang kamu pernah nyari kertas ini?” Rani menggeleng “Engga, aku malah baru ingat kalau aku masih punya kertas Ini.”
Azkha kemudian memperhatikan kertas Itu lagi. Kondisinya sudah tidak bersih seperti sebelumnya. la teringat bahwa beberapa minggu lalu Rani masih membawa kertas tersebut. Ternyata, kertas yang selama ini dianggap tidak penting Itu sudah lama tertinggal di bawah meja mereka.
“Emangnya isi kertas ini apa?” tanya Azkha sambil menunjuk tulisan di dalamnya.
Rani membuka kembali kertas itu dan membacanya sebentar. Ia menjelaskan bahwa kertas tersebut berisi catatan yang pernah ia buat beberapa minggu lalu. Saat itu, ia menuliskan beberapa hal yang ingin diingatnya agar tidak lupa. Namun, karena terburu-buru saat membereskan barang-barangnya, ia tidak menyadari bahwa kertas itu tertinggal.
Azkha mengangguk sambil mendengarkan cerita Rani. Ia tidak menyangka bahwa selembar kertas yang terlihat seperti sampah ternyata masih memiliki kegunaan. Rani pun tertawa kecil saat melihat bagian pinggir kertas yang sudah terlipat dan sedikit kotor.
“Untung aja ketemu lagi. Kalau enggak, mungkin aku bakal lupa sama catatan ini,” kata Rani.
Rani kemudian menyimpan kembali kertas tersebut ke dalam bukunya. Azkha pun kembali duduk dan bersiap untuk mengikuti pelajaran. Tidak lama kemudian, guru mereka masuk ke kelas dan semua siswa mulai menyiapkan buku pelajaran masing-masing.
- Bagi orang lain, kertas itu mungkin hanya terlihat seperti kertas kotor yang tertinggal. Namun bagi Rani, kertas itu adalah sesuatu yang masih dibutuhkan dan ternyata selama ini berada begitu dekat dengannya.