1000365846
Lampu yang Tak Pernah Menyala

Lampu yang Tak Pernah Menyala

Oleh: Syachla Zafarany Azkha XI-F 

Di dalam ruangan yang Sangat ramai orang, terdapat 4 lampu yang tak pernah Sekalipun terlihat menyala. Lama-lama benda itu menjadi bagian di dalam kelas yang selalu menjadi sebuah Pertanyaan. dan tak pernah sekalipun ada seseorang yang berani untuk mencoba menekan saklar itu.

Siang hari yang cerah, dengan matahari yang sangat terik. Ruangan itu sangat cerah, tapi tidak dengan perasaan orang-orang yang berada diruangan itu. Seorang siswa yang duduk di dekat saklar lampu, mencoba untuk memberanikan diri menyalakan lampu yang tak pernah sekalipun terlihat menyala.

Awalnya semua terasa biasa saja, kipas angin yang terus berputar menghantarkan angin yang sejuk. Namun tidak lama kemudian, semua orang yang berada di ruangan itu mengipas -ngipaskan buku yang mereka miliki agar mendapatkan angin.

Seorang Siswi bergumam “Mengapa ruangan ini seperti Sauna?” Siswa yang sebelumnya menyalakan lampu, melihat ke arah lampu yang menyala sangat terang. lalu melihat kepada semua orang yang bercucuran keringat. Setelah melihat dua kejadian itu, la mematikan lampu yang menyala itu.

Suasana ruangan terasa jauh lebih nyaman, meskipun masih terasa panas. Seorang Siswi menyadari, ternyata lampu itu memang Sengaja dimatikan karena membuat kondisi kelas terara panas, bukan karena lampunya rusak.

Beberapa siswa mulai mengira bahwa masalah panas di kelas akhirnya terpecahkan. Mereka kembali memperhatikan pelajaran, meskipun sesekali masih mengipas-ngipaskan buku. Ada juga yang berharap kipas angin bisa berputar lebih cepat, tetapi kipas itu tetap berputar seperti biasanya.

Tapi Setelah beberapa hari kemudian panas itu masih selalu terasa. Ternyata bukan karena lampu, tetapi karena ruangan yang sempit namun di isi orang yang banyak. lampu itu hanya sebagai salah satu teman penderitaan, bukan penyebab utamanya.

Sejak saat itu, mereka mulai memahami bahwa sesuatu yang terlihat seperti penyebab masalah belum tentu menjadi sumber masalah yang sebenarnya. Lampu yang selama ini dianggap misterius ternyata hanya memberikan sedikit pengaruh terhadap keadaan kelas. Mereka pun menyadari bahwa ruangan yang terlalu sempit membutuhkan sirkulasi udara yang lebih baik agar semua orang merasa nyaman.

Akhirnya, empat lampu itu tidak lagi menjadi pertanyaan besar bagi mereka. Bukan karena semua misteri telah terpecahkan dengan sempurna, melainkan karena mereka mulai memahami keadaan yang sebenarnya. Terkadang, kita terlalu fokus pada satu hal sampai lupa melihat masalah yang lebih besar di sekitar kita.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait