Puisi-akrostik_1
Puisi Akrostik(Aisha XI-F) : Napas di balik Laut Dalam

Napas di balik Laut Dalam

Aku menyerahkan jiwa pada pelukan gulita yang abadi

Inilah rumah bagi hatiku yang terpikat misteri purba

Segala riuh di permukaan bumi, Seketika Senyap dan mati

Hanya ada keheningan Senyap yang memeluku tanpa suara

Abisal terdalam, tempat jalanku pulang dan tenggelam

 

Rahasia Thalassa mengalir bersama detak nadiku

Aku memuja Setiap tekanan airnya yang dingin dan pekat

Yang mereka sebut ketakutan, adalah zona ternyaman bagiku

Air mata Samudra adalah magnet yang mengikatku erat

 

Zona tanpa cahaya matahari, namun paling terang bagi jiwa

Aku jatuh cinta pada kegelapan yang tak tersentuh riuh manusia

 Yakinkan aku bahwa dasar laut adalah tempat terindah

Agar Seluruh penatku larut dalam pelukan arus dinginnya

Nafasku menyatu dengar misteri, yang terkunci di palung terjauh

 

Abadi cintaku terhambat pada hitamnya kedalaman yang abadi

Zat mistis Samudra telah merenggut Seluruh rasa kagumku

Angkuhnya ombak di atas takkan mampu menggoda hati ini lagi

Laut terdalam, kepadamulah aku berlabuh tanpa ragu

Indahmu yang magis tersembunyi dari mata dunia  yang Fana

  • Akulah Sang pemuja kegelapanmu yang setia Selamanya.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait