IMG_20261014_074654
Pulpen Terjatuh

Pulpen Terjatuh

Pagi itu, suasana kelas XI-B terasa ramai. Para siswa sibuk menyiapkan buku dan alat tulis sebelum pelajaran dimulai. Di salah satu bangku, seorang siswa bernama Farel sedang menulis catatan di buku tulisnya. Ia menggunakan pulpen biru kesayangannya yang selalu dibawa ke mana-mana.

Ketika bel masuk berbunyi, Farel buru-buru merapikan mejanya. Tanpa sengaja, pulpennya terjatuh dan menggelinding ke bawah meja. Ia mencoba mengambilnya, tetapi pulpen itu berhenti tepat di dekat kaki seorang siswi bernama Naya.

“Maaf, boleh ambilkan pulpennya?” tanya Farel.

Naya menunduk dan mengambil pulpen tersebut. Namun, saat hendak menyerahkannya, ia memperhatikan sebuah tulisan kecil pada badan pulpen itu. Tulisan tersebut berbunyi, Jangan pernah menyerah pada impianmu.

“Ini tulisan siapa?” tanya Naya penasaran.

Farel tersenyum kecil. “Tulisan ayahku. Pulpen itu hadiah terakhir darinya sebelum aku mengikuti lomba menulis.”

Naya terdiam sejenak. Ia tidak menyangka benda sederhana seperti pulpen memiliki cerita yang begitu berarti. Selama ini, ia menganggap pulpen hanyalah alat untuk menulis. Namun, bagi Farel, pulpen itu menyimpan kenangan dan semangat dari seseorang yang sangat ia sayangi.

Saat pelajaran dimulai, guru memberikan tugas menulis cerita pendek. Farel mulai menulis dengan penuh semangat menggunakan pulpennya. Akan tetapi, tiba-tiba tinta pulpen itu berhenti mengalir. Farel mencoba menggoreskannya beberapa kali, tetapi tetap tidak berhasil.

Melihat hal itu, Naya segera meminjamkan pulpennya.

“Pakai punyaku dulu. Jangan sampai kamu berhenti menulis hanya karena pulpennya bermasalah,” katanya sambil tersenyum.

Farel tertawa kecil dan melanjutkan tugasnya. Hari itu, ia menyadari bahwa semangat tidak hanya datang dari benda kenangan, tetapi juga dari kebaikan sederhana orang lain.

Sejak kejadian tersebut, Farel dan Naya menjadi teman dekat. Sebuah pulpen yang terjatuh ternyata menjadi awal dari persahabatan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Terkadang, sesuatu yang terlihat sepele dapat membawa pertemuan dan makna besar dalam kehidupan.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait