Suana kelas sudah sangat sepi ketika jam sekolah usai. Di atas meja kayu tengah ruangan, se helai ikat pinggang berwarna hitam terletak sunyi, seolah sengaja dibiarkan menemani deretan buku tulis yang tertutup rapat.
Damar melangkah keluar gerbang sekolah sambil merapikan tas punggungnya. Ia berjalan santai menikmati angin sore. Namun saat tangannya meraba pinggang celana, ia mendadak tertegun, langkah kakinya terhenti di trotoar. Damar baru inget kalau ia tadi sempat melepas ikat pinggang nya di atas meja kelas karena gerah saaat pelajaran olahraga, dan lupa mengenakannya kembali sebelum berkemas.
“Duh,gawat!” , gumam damar pelan.
Ia berbalik arah dan bergegas kembali menuju sekolah. setibanya di depan kelas nya yang pintunya sudah setengah tertutup. Ia mendapati erlangga, teman kelas nya, sedang memegang ikat pinggang miliknya sambil kebingungan.
“Wah, untung belum di ambil petugas kebersihan” sapa erlangga saat melihat damar datang dengan nafas terengah – engah.
Damar terse lega lalu mengambil benda itu dari tangan erlangga. semua orang mengira ikat pinggang itu sengaja ditinggalkannya untuk di simpan. padahal pemiliknya lupa mengenakannya kembali setelah melepaskannya, di kelas akibat terburu-buru untuk pulang sambil tersenyum malu, damar memasang kembali ikat pinggangnya dan berterima kasih kepada erlangga, sebelum gerbang sekolah benar-benar di kunci.