1000019763
satu sampah seribu masalah

Satu sampah seribu masalah

 

bel berbunyi pintu kelas terbuka budi si pelaku memanggil Andi Pelaku ke dua yang duduk di depan, Andi menoleh kebelakang. “Andi kemarı” kata budi lalu andi menghampiri budi, budi mengajak andi ke kantin “Andi ayo kita ke kantin” andi menjawab “ayo”, mereka berdua Pergi ke kantin

 

Suasana kantin ramai andi dan budi bertemu dengan temannya Lina si cepu, lina bertanya “mau beli apa budi dan andi?” mereka mengawab “mau beli gacoan lina” dengan tersenyum, lalu andi dan budi mengantri untuk membeli gacoan, Setelah gilirannya budi memesan 2 Porsi gacoan Satu porsi untuk dirinya Satu Porsi untuk temannya andı.

 

Gacoan matang, budi menerima dua Porsi gacoan tersebut lalu andi bertanya “mau makan di mana budi?” di bk dekat air kata budi. mereka berdua pun Pergi ke bk dengan membawa keresek hitam berisi 2 Porsi gacoan, setiba di bk mereka membuka keresek hitam yang berisi gacoan lalu menikmati gacoan tersebut sembari angin bertiup ke arah mereka 

 

Andi dan budi selesai makan, lalu membuang bungkus makanan ke lantai, mereka berdua pergi, lina melihatnya lalu melaporkan andi dan budi ke bk

 

Saat di bk andi dan budi di nasihati oleh guru bk” kalau kita membuang sampah sembarangan, lingkungan kita bisa kotor” kata guru bk

 

 

budi dan andi mengangguk. Sejak saat itu, mereka mengajak teman-temannya menjaga kebersihan sekolah 

 

mereka sadar bahwa satu sampah kecil bisa menimbulkan masalah besar Jika dibiarkan

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait