IMG_2868-2
“Sebelum Bel Berbunyi”

Beberapa menit sebelum bel masuk, suasana kelas masih ramai. Ada yang mengobrol, ada yang bercanda, dan beberapa siswa masih berjalan-jalan mencari teman.

Aku duduk di tempat sambil merapikan buku. Rani datang menghampiriku dan langsung duduk di sebelahku.

“Kamu udah selesai tugas Bahasa Indonesia?” tanya Rani.

“Belum semua. Aku masih bingung bagian terakhir,” jawabku.

Dika yang duduk di depan kami tiba-tiba menoleh.

“Yang mana? Coba aku lihat,” katanya.

Aku memberikan buku kepada Dika. Ia membantu menjelaskan bagian yang belum aku mengerti. Sementara itu, suara teman-teman di kelas masih terdengar ramai.

Tiba-tiba Rani melihat jam.

“Eh, bentar lagi bel masuk!”

Dika langsung kembali ke tempat duduknya. Aku pun buru-buru menyimpan buku dan menyiapkan alat tulis.

Beberapa detik kemudian, bel berbunyi.

Suasana kelas yang tadinya ramai langsung berubah. Semua siswa mulai duduk dengan tenang dan bersiap mengikuti pelajaran.

Aku tersenyum kecil. **Semua orang mengira siswa yang masih ramai sebelum bel masuk hanya sedang bermain, padahal di balik keramaian itu ada siswa yang sedang menyelesaikan tugas, mengobrol, dan saling membantu.**

Ternyata, beberapa menit sebelum bel masuk bukan sekadar waktu menunggu pelajaran dimulai. Di situlah berbagai hal kecil terjadi tanpa kita sadari.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait