1000094162
Sebuah jam harapan

Sebuah Jam Harapan

 

​Di suatu tempat pada waktu musim semi, di sebuah permukiman yang cukup padat penduduk, terdapat sebuah rumah yang terlihat agak usang dan kurang terawat. Di balik jendela rumah itu, terlihat Ariel yang sedang berdiam diri dan melihat ke luar rumah. Dia terlihat seperti orang yang hilang arah. Ariel merupakan orang yang sedang hampir putus asa. Orang tuanya bercerai dan sebelumnya ia hidup di keluarga yang broken home, dan kini ia hidup sendirian. Di waktu yang bersamaan, tepat berada di rumah yang ada di sebelah rumah Ariel, rumah itu dihuni oleh Carlie. Carlie merupakan orang yang kondisinya sama seperti Ariel, juga sama-sama pria, namun dia punya kepribadian yang cukup berbeda dan punya sikap yang berbeda tentang kondisinya. Ia cenderung orang yang ingin “melawan keadaan” dengan bekerja keras, ulet, tekun belajar, dan konsisten.

  

​Di lain waktu kemudian, kontak hubungan di antara keduanya mulai tumbuh. Ariel sehari-harinya selalu luntang-lantung tanpa tujuan. Ketika ia berjalan di jalanan yang panas cuacanya, dia tak sengaja bertemu Carlie yang baru saja pulang bekerja sebagai cleaning service di sebuah toko usaha. Carlie kemudian bertanya, “Kamu sedang apa Ariel? Seperti orang kasihan saja.” Ariel menjawab, “Oh enggak, ini lagi jalan aja.” Namun Carlie terus bertanya tentang kondisinya. Akhirnya Ariel mengaku bahwa ia sedang mencari pekerjaan. Carlie ingat posisi pembersih toko masih ada yang kosong dan dia menawarkan pekerjaan itu pada Ariel, dan Ariel menyetujuinya. 

 

Ariel dan Carlie kemudian bersama-sama bekerja, saling membantu, saling mendukung, menghadapi setiap cobaan dan ujian.  

​Sambil mereka juga menabung dengan rajin dan mengumpulkan keahlian dan pengalaman, mereka berencana untuk mencoba membuka sebuah toko pernak-pernik. Pada akhirnya rencana mereka tercapai, sebuah toko pernak-pernik dan perhiasan yang cukup maju dan lengkap. Namun sebuah masalah baru dimulai. 

 

Toko yang sudah sangat mapan ini mempunyai 2 pilihan: menunggu lebih maju atau segera berekspansi. Ariel menyarankan untuk ekspansi, sedangkan Carlie menginginkan untuk lebih sabar. Akhirnya terjadi perselisihan di antara keduanya. Selama beberapa hari mereka tak saling berbicara atau mengobrol, namun mereka ingat seperti apa nasib mereka dulu. Masing-masing pada saat yang bersamaan, di rumah mereka masing-masing, mereka melihat jam yang mengingatkan waktu saat mereka masih bersama dulu. Akhirnya Ariel mencoba bertemu bersama dengan Carlie.

 

 Mereka akhirnya sadar telah banyak waktu yang mereka lalui bersama menghadapi kondisi yang senasib, serasa, dan sepenanggungan, dan mereka kini kembali harmonis.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait