Tiap hari ku memandang wajahmu
Inginku jaga pandanganku
Agar pandanganku tak pernah melanda
Rasa duka yang datang begitu saja
Aku memeluk ikhlas kepadanya
Kemudian hari aku merasa kesepian
Hilangnya seseorang yang begitu penting
Oh… Tuhan mengapa kau mengambilnya dariku
Ibu dan aku kini kesepian tanpanya
Rumah yang awalnya ramai kini menjadi sepi
Untuknya ku berdoa agar berada di Surganya
Namun hatiku belum sepenuhnya ikhlas
Namanya masih terlintas di benakku
Isi pikiranku yang dipenuhi namanya
Sampai kapanpun dia takkan kembali
aku perlahan-lahan mengiklankannya
