eee01d6db32a7f63f360b8278c0c17da
Terlambat

Terlambat

oleh : Nada Aulia Rahma

Pagi itu Awil bersiap lebih awal untuk pergi ke sekolah. Awil tidak ingin terlambat karena di hari itu akan ada mater penting yg akan dijelaskan. Saat diperjalanan Awil merasa masih memiliki cukup waktu untuk sampai sekolah, Namun perjalanan tersebut tidak berjalan seperti yang dibayangkan.

 

Di tengah perjalanan itu, kendaraan yang ditumpangi Mengalami kendala (mogok) sehingga harus berhenti dan mendorongnya. Awil melihat jam dan panik karena warm masuk sekolah & pembelajaran dimulai semakin dekat. padahal Awil dan awal sudah berangkat lebih pagi. Awn berharap supaya masuk sekolah dengan tepat waktu.

 

Setelah kendaraan mulai berjalan Awil bergegas menu Sekolah kehka sampai Awil sangat panik dan menuju ke kelas dengan terburu-buru. Awil merasa malu dan meminta izın kepada guru untuk mengikuti pembelajaran namun ternyata saat Awil masuk kelas guru tersebut belum menjelaskan materi sama sekali Awil berkata “Ibu, mohon maaf saya izin untuk masuk, dan ikut pembelajaran!”.  Ibu Guru pun menjawab “Darimana saja kamu Awil kok baru datang? Awil dengan lantang menjawab “Terlambat ibu, kadi ada kendala dijalan”. Ibu guru “yasudah, silakan masuk Awil”. dan Awil pun Mengikuni pembelajaran seperti biasa.

 

kejadian tersebut membuat Awil sadar bahwa. terkadang suatu yang tidak direncanakan bisa terjadi, meski Awil suda mempersiapkan dari awal. Awil pun belajar untuk tidak langsung panik ketika menghadapi masalah. yang terpenting adalah untuk  tetap tenang menjelaskan keadaan dengan jujur, dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait