“Untuknya dan Untukku, dan biarkan aksara ini menjadi kekal diantara kita berdua.”
Karya: Muhammad Haikal Assyakir XI F
Maha dahsyat segala yang semesta titipkan.
Hening yang menyimpan segala tentangku dan tentang nya.
Aku yang dibuat tak berdaya dan hilang logika
Ialah rasa yang tumbuh, entah darimana ia bermula.
Kini, rasa itu tak pernah mengenal aksara.
Atau bahkan tak dapat pula ditafsir oleh hati.
Lirih laku yang sederhana, namun meninggalkan makna yang tak sederhana.
Andai sepatah demi patah dapat kulantunkan. Sungguh, ingin kusibakkan segala rasa ini.
Sampai kata kehilangan maknanya dan menjadi satu-satunya,
Yang menyimpan apa yang tak sanggup ku ucapkan.
Akhirnya hanyalah tinggal gema di dada.
Kala laku sederhana menjelma kata,
Ini rasa yang telah lama menetap.
Rasanya, cukup sampai disini, dan akan dikenang— olehnya dan olehku dan untuknya begitupun untukku.